Hubungi Kami Jika ada saran, pertanyaan, atau lainnya. klik disini

Persyaratan Kuliah S-1 di Luar Negeri

Bagi Anda yang sudah menemukan universitas yang ingin dituju di luar negeri, maka langkah selanjutnya adalah mencari informasi mengenai apa saja persyaratan yang dibutuhkan agar bisa diterima pada jurusan atau universitas tersebut. Secara umum, universitas di luar negeri akan menerapkan sistem penilaian berdasarkan nilai akademik dan kemampuan berbahasa. Pesyaratan masuk bisa saja berbeda pada setiap jurusan, meskipun berada pada universitas yang sama. Persyaratan tersebut akan ditentukan oleh setiap institusi bersangkutan yang bertujuan agar para mahasiswanya tidak akan mengalami kesulitan saat menjalani perkuliahan nantinya.

Persyaratan Kuliah S1 di Luar Negeri

Kelancaran dalam berbahasa inggris dan nilai akademis merupakan persyaratan mutlak bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan sebagai mahasiswa internasional.

Sertifikat TOEIC

Sertifikast TOEIC juga umum dijadikan persyaratan untuk masuk S-1 di luar negeri (foto: Wikipedia)

– Kelancaran Berbahasa Inggris

Kemampuan berbahasa Inggris bisa ditunjukkan dengan sertifikat yang diperoleh dari penyelenggara tes bahasa Inggris yang diakui di seluruh dunia. Secara umum, jenis sertifikat yang sering diminta oleh universitas luar negeri adalah IELTS, meskipun masih ada beberapa institusi yang memberlakukan TOEFL.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak penyelenggara tes IELTS yang biasanya dilakukan beberapa kali dalam sebulan. Untuk skor, beberapa institusi pendidikan di luar negeri mematok nilai minimal 5.5 atau 6, tergantung dari jurusan atau universitas yang dituju. Untuk itu, Anda diharapkan bisa menentukan jurusan sedini mungkin agar bisa memberi Anda cukup waktu dalam mempersiapkan tes IELTS.

– Persyaratan Akademis

Para pelajar yang ingin menimba ilmu di luar negeri diwajibkan telah menyelesaikan pendidikan mereka pada tingkat tertentu. Secara umum, mahasiswa internasional diminta untuk menunjukkan bukti telah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah selama 12 tahun. Akan semakin baik jika Anda memiliki beberapa kualifikasi bersifat internasional seperti International Baccalaureate Diploma atau A-level.

***

Apabila nantinya pendaftar ternyata tidak bisa memenuhi persyaratan masuk, maka masih ada beberapa alternatif yang bisa dipilih. Salah satunya yaitu dengan mengambil jalur masuk lain atau program fondasi yang biasanya akan disarankan oleh universitas. Program fondasi atau persiapan sarjana ini akan berlangsung selama 1 tahun. Apabila Anda bisa menyelesaikan secara baik, maka pada tahun berikutnya Anda memiliki akses untuk lanjut pada tingkat sarjana. Ada juga beberapa untiversitas yang menyediakan program jalur yang bisa disesuaikan dengan kondisi akademis Anda. Setelah Anda menyelesaikan program jalur (pathway) tersebut, maka pada tahun kedua Anda bisa menlanjutkan ke tingkat sarjana.


Leave a Reply